Senin, 26 Agustus 2013

Antaboga, Sanghyang


ANTABOGA ketika muda bernama Nagasesa dan sering disebut dengan nama Hanantaboga. Antaboga adalah putera Antanaga dengan Dewi Wasu, putri Hyang Anantaswara, dan merupakan keturunan ke-4 dari Sang Hyang Wenang dengan Dewi Sayati. Antaboga menikah dengan Dewi Supreti, dan berputra dua orang, bernama Dewi Nagagini dan Nagatatmala. Meskipun menyandang nama ’naga’ tetapi Nagagini dan Nagatatmala berujud manusia. Nagagini menikah dengan Bima dan mempunyai seorang anak bernama Antareja.


Dalam keadaan biasa Sang Hyang Antaboga berujud manusia, namun tatkala “triwikrama ‘ yaitu ketika marah atau menggugat, tubuhnya berubah menjadi ular naga raksasa. Setiap 1000 tahun sekali, Sang Hyang Antaboga “mlungsung” yaitu berganti kulit’. Dalam pewayangan, ia dikenal memiliki Aji Kawastrawan, yang membuatnya dapat menjelma menjadi apa saja sesuai kehendaknya. Antara lain ia pernah menjelma “garangan putih” yaitu semacam musang hutan untuk menyelamatkan para Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigala-gala. Sang Hyang Antaboga mempunyai kemampuan menghidupkan orang mati yang belum kodratnya, karena ia memiliki air suci Tirta Amerta. Air sakti itu diberikan kepada cucunya Antareja dan pernah digunakan untuk menghidupkan Dewi Wara Subadra yang mati bunuh diri agar tidak diperkosa Burisrawa dalam cerita Subadra Larung.

Suatu ketika Anantaboga bertapa dengan mulut terbuka. Tiba-tiba sebuah benda berupa cupu Linggamanik melesat dari angkasa dan jatuh tepat di mulutnya. Ketika cupu dibuka oleh Sang Hyang Manikmaya, dari dalam cupu itu ke luar Bidadari yang sangat cantik. Batara Guru memberinya nama Dewi Sri Widowati yang diperisteri oleh Batara Wisnu. Karena jasanya itu, Dewata lalu menghadiahi Nagasesa kedudukan yang sederajat dengan para dewa dan memberinya hak sebagai penguasa alam bawah tanah.






1 komentar:

  1. Trims banget untuk informasinya tentang wayang, salam seni budaya Nusantara!

    BalasHapus