Tampilkan postingan dengan label Katalog Wayang A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Katalog Wayang A. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2013

Anoman


Ajisaka

Antisura



Andakawana

Abilawa


Abilawa atau Jagal Abilawa adalah nama samaran Bima saat menyamar di negara Wirata setelah menjalani pengasingan selama 12 tahun bersama dewi Drupadi dan ke-empat saudaranya karena perbuatan Kurawa. Bentuk dan pakaian Abilawa tidak beda dengan Bratasena (Jayasena), hanya perbedaan dirambut yang terurai gimbal. Dalam penampilan wayang kebanyakan penggambaran Abilawa bermuka dan seluruh badannya hitam).
 

Anggajali, Resi

Aswatama

Amongdenta, Patih




Amongdenta patih Prabu Sridenta, raja negara Jumapala. Ia membela rajanya yang berkehendak memusnakan kerabat Pendawa dan kemudian tewas, ketika perang dengan Pendawa.

Amongmurka

Aswanikumba


Ditya ASWANIKUMBA adalah putra kedua Arya Kumbakarna dengan Dewi Aswani. Ia mempunyai kakak kandung bernama Kumba-Kumba.Aswanikumba tinggal bersama orang tuanya di kesatrian/negara Leburgangsa, wilayah negara Alengka.

Antagopa, Demang


ANTAGOPA adalah anak Buyut Gupala, pemelihara kebuyutan Widarakanda/Widarakandang (Jawa) pada jaman Prabu Basukunti di negara Mandura. Sejak kecil ia menjadi gembala, justru ia berpengalaman dalam mengembala binatang, ia dapat juga menggembala manusia.

Aswan, Bathara


BATHARA ASWAN dan BATHARA ASWIN adalah dewa kembar, putra dari Bathara Sumeru, yang berarti masih keturunan Sanghjyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Sebagaimana saudara-saudaranya yang lain satu kerunan dari Bathara Sumeru, Bathara Aswi dan Bathara Aswin juga mengemban tugas kewajiban menjaga keselamatan umat di bumi dengan keahliannya masing-masing. Bathara Aswi adalah dewa yang khususnya memerangi segala macam penyakit yang berkembang di bumi, sedang Bathara Aswin adalah dewa yang menguasai ramalan segala sesuatu yang terjadi di dunia.

Aswani


DEWI ASWANI adalah bidadari Suralaya keturunan Sanghyang Triyarta. Oleh Sanghyang Manikmaya/Bathara Guru ia bersama dua bidadari lainnya, yaitu Dewi Tari – putrid Sanghyang Indra, dan Dewi Triwati, dianugerahkan kepada Prabu Dasamuka/Rahwana bersauadara sebagai sarana perdamaian atas kekalahan para dewa menghadapi serangan putra-putra Alengka.

Antaboga, Sanghyang


ANTABOGA ketika muda bernama Nagasesa dan sering disebut dengan nama Hanantaboga. Antaboga adalah putera Antanaga dengan Dewi Wasu, putri Hyang Anantaswara, dan merupakan keturunan ke-4 dari Sang Hyang Wenang dengan Dewi Sayati. Antaboga menikah dengan Dewi Supreti, dan berputra dua orang, bernama Dewi Nagagini dan Nagatatmala. Meskipun menyandang nama ’naga’ tetapi Nagagini dan Nagatatmala berujud manusia. Nagagini menikah dengan Bima dan mempunyai seorang anak bernama Antareja.

Antaga, Sanghyang


Sang Hyang Antaga, Ki lurah wijamantri Pada zaman kadewatan diceritakan Sanghyang Wenang mengadakan sayembara untuk memilih penguasa kahyangan dari ketiga cucunya yaitu Bathara Antaga (Togog), Bathara Ismaya (Semar) dan Bathara Manikmaya (Bathara Guru).