Rabu, 21 Agustus 2013

Gathotkaca


Raden Gatotkaca putra Raden Wrekodara yang kedua dari perkawinannyadengan putri raksasa, Dewi Arimbi dari negara Pringgadani.Waktu dilahirkan, Gatotkaca berupa raksasa. Karena sangat saktinya,dengan senjata apa pun tali pusatnya tak dapat dipotong. Akhirnya talipusat dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta,tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca dan semakinmenambah kesaktiannya.


Atas kehendak para Dewa, bayi Gatotkaca dimasak menjadi bubur dan diisidengan berbagai kesaktian. Oleh karena itu Raden Gatotkaca beruratkawat, bertulang besi, berdarah gala-gala dapat terbang di angkasa danduduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca terbang sepertikilat dan liar seperti halilintar.Kesaktiannya di dalam perang adalah kemampuannya untuk mencabut lehermusuhnya, tetapi ini hanya dilakukannya, jika keadaan mendesak.

Gatotkaca diangkat menjadi raja negara Pringgadani dan dia disebut jugaksatria Pringgadani, oleh karena pemerintahan di negara itu hanyadijalankan oleh seorang keturunan dari pihak perempuan.

Di dalam perang Baratayuda Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang olehKarna ditujukan padanya, ketika ia bersembunyi di balik awan. Gatotkacajatuh dari angkasa dan tepat mengenai kendaraan Karna hingga hancurlebur karenanya.Gatotkaca beristrikan saudara sepupu, Dewi Pregiwa, putri Raden Arjuna.Menurut riwayat, Raden Gatotkaca mati dalam usia muda, hingga sangatdisesalkan oleh segenap keluarganya.

Gatotkaca bermata telengan (membelalak), berhidung dempak, berkumis danberjenggot. Berjamang tiga suun, bersunting waderan, bersanggul kadalmenek, bergaruda membelakang, berpraba, berkalung ulur-ulur, bergelang,berpontoh dan berkeroncong. Berkain kerajaan lengkap.

Mengikuti kata-kata dalang, sewaktu Raden Gatotkaca akan mengawan,disampaikanlah ucapan benikut:Tersebutlah pakaian Gatotkca yang juga disebut ksatria Pringgadani:Berjamang emas tiga susun yang berkilau-kilau, bersunting emas bentukkembang kenanga yang dikarangkan berupa surengpati (berani mati).

Sunting serupa dipakai juga oleh seorang murid, waktu menerima ilmu darigurunya, yakni ilmu tentang mati yang bisa membikin Si penerima ilmu taktakut mati. Bersanggul bentuk sepit udang tersangga oleh praba, tertusukkonde emas bentuk garuda membelakang dan bertali ulur-ulur bentuk nagaterukir, berpontoh raja naga, bergelang kana (gelang segi empat).Berkain kampuh sutera jingga (merah tua), dibatik dengan lukisnn isihutan, berikat pinggang cindai hijau, bercelana cindai biru,berkeroncong suasa bentuk raja naga dan beruncal (kain sebai) yangdiberi anting emas.

Menurut cerita, Raden Gatotkaca waktu mau berjalan, berterumpahPadakacarma yang bisa terbang tanpa sayap. Bersongkok Basunanda, denganmenggunakan mana ia takkan kena panas di dalam panas terik dan takkanbasah di dalam hujan. Diceritakan pula, menyingsingkan kain yangbertaliwanda, artinya dibelitkan pada bagian belakang tubuh. Sesaatkemudian menepuk bahu dan menghentakkan kaki di bumi, hingga bumi terasabergetar dan mengawanlah ia ke angkasa.Wayang diperlihatkan seakan-akan terbang, digerakkan ke kanan dan kekiri di bagian atas kelir beberapa saat lamanya, lalu ditancapkan,seakan-akan berhenti di atas mega dan dalang pun bercerita lagi:

Tersebutlah Raden Gatotkaca telah mengawan, setibanya di angkasa serasamenginjak bumi, menyelam di langit biru, memisahkan awan di hadapannya,tertutup oleh awan di belakangnya, samar-samar terlihat ia olehorang-orang. Kilau pakaian Gatotkaca terkena sinar matahari bagaikankilat memburu. Maka berhentilah ksatria Pringgadani di atas awanmelintang, menghadap awan lainnya seraya ke kanan dan ke kiri. Setelahjelas penglihatan Gatotkaca, turunlah ia dari angkasa dan menuju bumi.

Di dalam perang Baratayuda Adipati Karna berperang tanding dengan Gatotkaca. Karna melepaskan senjata Kunta Wijayadanu. Terkena senjatalah Gatotkaca pada bagian pusatnya dan jatuhlah ia dari angkasa mengenaikereta kendaraan Karna, hingga hancur lebur kereta itu.Tersebut di dalam cerita, bahwa Raden Gatotkaca adalah seorang ksatriayang tak pernah bersolek, bersahaja pakaiannya dan selalu menjauhkandiri dari wanita.Tetapi setelah Gatotkaca melihat Dewi Pregiwa, putri Raden Arjuna,diiringi oleh Raden Angkawijaya, Raden Gatotkaca jatuh cinta pada putriyang bercambang dan serba sederhana dandanannya itu.

Berobahlah tingkah laku Raden Gatotkaca, hal mana dilihat oleh ibunya,Dewi Arinbi dengan perasaan gembira dan segala permintaan putranya punditurutinyalah. Putri tersebut kemudian diperistri oleh Raden Gatotkaca.

Gatotkaca berwanda: 1. Guntur, 2. Kilat, 3. Tatit, 4. Tatit sepuh, 5.Mega dan 6. Mendung.

 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar