Tampilkan postingan dengan label Tokoh Ramayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Ramayana. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Agustus 2013

Anoman


Aswanikumba


Ditya ASWANIKUMBA adalah putra kedua Arya Kumbakarna dengan Dewi Aswani. Ia mempunyai kakak kandung bernama Kumba-Kumba.Aswanikumba tinggal bersama orang tuanya di kesatrian/negara Leburgangsa, wilayah negara Alengka.

Kamis, 08 Agustus 2013

Sukasrana


Trikaya


Ditya TRIKAYA adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dengan Dewi Wisandi adik Prabu Wisakarma dari Gowawindu. Ia mempunyai saudara kembar bernama Ditya Trimuka. Trikaya juga mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu diantaranya bernama Indrajid/ Megananda dari Ibu Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis dari ibu Dewi Urangayung, Saksadewa dari ibu Dewi Satiwati dan Trisirah dari Ibu Dewi Tisnawati.

Minggu, 04 Agustus 2013

Wisrawa, Resi



RESI WISRAWA adalah putra Resi Supadma dari pertapaan Giri Jembatan, masih keturunan Bathara Sambodana, putra Bathara Sambu. Resi Wisrawa sangat sakti dan termashur dalam ilmu Kasidan. Ia kemudian dinikahkan dengan saudara sepupunya. Dewi Lokawati, putri Prabu Lokawana raja negara Lokapala dengan permaisuri Dewi Lokati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Wisrawana.

Wisnu Anjali



WISNU ANJALI adalah kerabat Sanghyang Wisnu yang berkewajiban membina kesejahteraan di dalam lingkungan para pendeta. Ia lebih banyak tinggal di arcapada, menjelma sebagai brahmana atau satria mendamping penjelmaan Sanghyang Wisnu dalam melaksanakan tugas menjaga ketentaraman dan kesejahteraan dunia. Pada jaman Lokapala (sebelum jaman Ramayana), Wisnu Anjali menitis pada Resi Supadma, ayah Resi Wisrawa atau kakek Rahwana di pertapaan Girijembatan. Tugasnya memberi ajaran kebajikan di kalangan para raksasa yang waktu itu menjadi penduduk terbesar di wilayah Lokapala dan Alengka. 

Jumat, 02 Agustus 2013

Yuyurumpung


Yuyukingkin, Kapi


Kapi Yuyukingkin merupakan salah satu kera dari kerajaan Guakiskendha yang diangkat Sri Ramawijaya sebagai komandan istimewa setelah berhasil membunuh Ditya Yuyu Rumpung. Seperti namanya, ia kera yang berkepala kepiting pujaan Batara Rekatatama. Ia memiliki keahlian bertempur di dalam lautan.